bismillah
seorang orientalis mengatakan,
ingin rusak peradaban ? rusak 3 hal,
1. rusak keluarga
2. rusak pendidikanny
3. rusak panutannya.
generasi itu akan kehilangan arah dan
rusaklah peradaban.
Solusi?
1. kuatkan fungsi klg.
ayah tangguh sesuai perannya. ibu 'tulang punggung' klg.
bukan dlm konteks nafkah, namun dlm konteks pengasuhan.
pengasuhan dan pendidikan fokus spesifik adab dan akhlak.
membangun kebiasaan - biasaan baik secara kontinyu.
menginisiasi proses belajar alami berdasarkan rasa penasaran,
dan keingintahuan yg tinggi.
Fokus awal fungsi klg adl 'mengisi pondasi awal kedirian anak'
2. Fungsi skolah hari ini bagaikan 'penjara kebebasan belajar'
dari sana rusakny pendidikan dimulai.
maaf, agak radikal.
smua anak-anak penuh potensi di seragamkan.
yang beragam warna itu tidak ada nilai, karena warna yg diapresiasi
hanya 1 warna, apa itu 'nilai dan juara'. 'kecerdasaan akademik'
selain itu tidak berharga. tidak patut diperhitungkan. tidak penting.
mengembalikan esensi belajar pada tempatnya. apa itu?
memberikan bekal hidup yg baik dlm 3 aspek :
1. kelangsungan hidup di dunia
2. perannya didalam masyarakat
3. pengabdian kpda Allah utk hidup akhiratnya.
bagaiamana dg stardar skolah itu? ambil standar minimal sj.
jika mmg basic kekuatannya berbeda dg standar di sekolah.
kuatkan kompetensi personal dg legalitas-legalitas di bidang yg digeluti.
menaiki anak tangga keunggulan / excellence . setahap-demi-setahap.
selangkah-demi-selangkah. ' so good, they can't ignore you '
3. Panutan itu dimulai dari klg.
org tua kembali mjdi 'sosok' bagi sang anak.
figur yg terus menajamkan diri. Menghaluskan budi pekerti.
menjadi 'oase ditanah tandus'.
bukan 'sosok yg berharap' ini dan itu, namun telah menjadi sosok itu.
yg awalny hanya teori dan diangan-angan. Namun ini nyata dan dekat.
dari sana generasi itu memiliki teladan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar