bismillah
sisi fujur dan taqwa memang mendorong
sisi nafsiah/ kedirian manusia utk cenderung
pada hal baik atau buruk,
dan itu pun tertampak dlm perbuatan.
misal : mencuri, berbohong, jujur, amanah, dlsb.
shg dlm menyikapi dorongan-dorongan yg tidak
tepat konteksny, disanalah peran kepemimpinan diri.
dan ini yg sulit. Jihad di dlm diri.
Orang yang berjihad adalah orang yang memerangi hawa nafsunya
(HR Ahmad, Turmudzi, al-Hakim dan al-Baihaqi).
smua ada konteksny. Kepemimpinan diri yg baik,
bs menempatkan 2 sisi manusia, sesuai tempatnya.
tau kapan harus ya dan tidak.
****
ttg Sulthon.
apa Sulthon/ kekuatan yg dimaksud surat Ar rahman ayat 33 ?
bercermin pd konteks kehidupan modern saat ini.
kekuatan yg dimaksud mungkin sains, experimental,
gagal-gagal-gagal kesekian kaliny baru berhasil.
ilmuny belum dirumuskan, lalu berhipotesa, muncul teorema,
postulat, axioma, tahap uji & lain sbgainy. Panjang runtutannya.
semua itu perlu dukungan dana utk penelitian dan 1 lagi
yg perlu disadari, smua itu tidak dilakukan seorang diri.
pengembangan dilakukan dlm jangka waktu tertentu
dan terus menyempurnakan.
ya itu dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar